Minggu, 01 Januari 2017

Prinsip ASEAN dan sikap Indonesia


                Prinsip ASEAN terhadap APEC sebagi berikut :
1.       Setiap peningkatan kerja sama dikawasan Asia-Pasifik, hendaknya Identitas, kepentingan dan persatuan ASEAN tetap dipertahankan
2.       Kerja sama hendaknya di dasarkan pada prinsip-prinsip persamaan, keadilan dan keuntungan yang sama
3.       Hendaknya kerja sama tidak diarahkan pada pembentukkan blok perdagangan yang tertutup
4.       Hendaknya kerja sama ditunjukkan untuk memperkuat kemampuan individual dan kolektif para peserta
5.       Hendaknya pertumbuhan kerja sama dikembangkan secara bertahap dan pragmatis
Adapun siakp Indonesia terhadap APEC adalah menyambut era perdagangan bebas dengan tangan terbuka, perdagangan bebas menuntut produk berkualitas, memiliki daya saing tinggi dan mampu menembus pasaran dunia. Guna mempersiapkan era pasar tersebut langkah pemerintah Indonesia sebagai berikut :
1.       Meningkatkan SDM yang handal
2.       Meningkatkan mutu produk-produk agar mampu menembus pasaran dunia dan mampu bersaing
3.       Meningkatkan budaya Aku Cinta Indonesia
4.       Meningkatkan semangat juang dan pantang menyerah untuk membangun bangsa dan negara



Sumber : LKS sejarah

Peta


Peta adalah gambaran umum atau keseluruhan bentuk muka bumi ke dalam suatu bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu dan dilengkapi dengan simbol dan tulisan sebagai keterangan. Ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang peta adalah kartografi sedangkan orang yang ahli dalam bidang pembuatan peta adalah kartograf.
            Pembuatan peta bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang berupa hasil-hasil pengukuran dan pengamatan dari permukaan bumi, sehingga bentuk permukaan bumi akan menjadi jelas dilihat dan agar si pemakai dapat mengetahui gambaran dari situasi suatu tempat sebenarnya tanpa atau belum mendatanginya secara langsung.
            Dalam pembuatan peta ada beberapa bagian yang tidak digambar menurut skala yang semestinya misalnya jalan raya, jembatan, dan rel kereta api. Para ahli pemetaan tidak hanya membuat satu macam model peta saja tetapi juga membuat beberapa macam model peta seperti globe dan peta ikhtisar. Tujuan pembuatan peta secara umum adalah untuk menyimpan data-data tentang objek geografi dipermukaan bumi dalam bentuk gambar, oleh karena itu peta mempunyai fungsi sebagai berikut :
1.      Menunjukkan lokasi objek geografi
2.      Menunjukkan arah, jarak, dan luas suatu wilayah
3.      Menggambarkan bentuk berbagai objek geografi baik fisik maupun sosial
4.      Menggambarkan dinamika segala fenomena geografi

Jenis-jenis peta antara lain :
a.       Peta Umum
Yaitu peta yang menggambarkan wilayah muka bumi  tertentu beserta objek yang ada baik alami maupun budaya. Peta umum dibagi lagi mejadi beberapa jenis yaitu peta Topografi dan peta Chorografi.
b.      Peta Khusus
Yaitu peta yang menggambarkan satu jenis kenampakkan, objek atau fenomena tertentu baik fisik maupun sosial.
c.       Peta Stasioner
Yaitu peta menggambarkan keadaan permukaan bumi ayang datanya bersifat relatif tetap.
d.      Peta Dinamis
Yaitu peta yang menggambarkan keadaan permukaan bumi yang datanya relatif berubah.






Sumber : Buku Geografi karya Samadi, S. Pd., M. Si.

Perkembangan Ekonomi dan Demografi di Indoesia Pada Masa Kolonial


            Adanya berbagai peristiwa di Eropa, seperti berkembangnya sistem Merkantilisme dan berkembangnya Revolusi Industri yang diikuti oleh Revolusi Sosial di Inggris, dapat berpengaruh terhadap adanya Imperialisme. Imperialisme yaitu suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lain. Keinginan untuk memperoleh daerah jajahan sangat penting bagi negara-negara Eropa tanah jajahan berperan sebagai :
·         Tempat pemasaran bagi hasil industrinya
·         Tempat sumber bahan mentah
·         Tempat mendapatkan tenaga kerja
·         Tempat pangkalan militer

Banyak negara Eropa seperti Spanyol, Portugis, Belanda, maupun Inggris menguasai Indonesia. Setiap penguasaan di Indonesia selalu diikuti denagn kebijaksaan ekonomi yang diterapkan terhadap rakyat Indonesia. Ketika dikuasai Belanda pemerintah kolonial menerapkan sistem tanam paksa.
            Berdasarkan aturan tanam paksa yang telah ditetapkan terlihat tidak membebani rakyat namun, dalam kenyataanya sistem tanam paksa mampu melunasi hutangnya, kas terpenuhi dan hidup berkecukupan. Setelah sistem tanam paksa dihapus, maka perekonomian Hindia Belanda bersifat liberal dan dikembangkannya sistem ekonomi kapitalisme. Terlebih dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria (1870) banyak penguasa Eropa khususnya Belanda membuka perkebunan-perkebunan yang laku di pasaran Internasional.
            Dengan diterapkannya sistem ekonomi swasta asing, disatu sisi memberi dampak positif bagi masyarakat dengan semakin mengenalnya jenis tanaman ekspor dan mampu mengolah lahan dan mampu meningkatkan produksi yang meningkat, namun disisi lain membawa  dampak negatif yang sangat memprihatinkan.
            Masa penjajahan Inggris yang berlangsung singkat membawa perubahan bagi masyarakat. Dengan menerapkan sistem sewa tanah Inggris bertujuan :
·         Melepaskan beban hidup rakyat
·         Memberi kebebasan dalam menanam dan menjual hasil rakyat
·         Memberi kepastian hukum atas tanah yang dimiliki petani
·         Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rakyat
Sistem sewa tanah dalam pelaksanaanya membawa berbagai perubahan, seperti :
·         Unsur paksaan diganti unsur kebebasan, sukarela, dan hubungan kontrak
·         Hubungan pemerintah dan rakyat berdasar kontrak
·         Ikatan adat menjadi budaya kebarat-baratan
·         Kehidupan ekonomi barang di ganti dengan ekonomi uang
Apapun itu bentuk nya semua sistem kebijakkan yang di terapkan oleh penguasa kolonial terhadap Indonesia pada masa itu membawa banyak perubahan dan dampak, baik itu positif maupun negatif. Namun kita tetap harus waspada terhadap kebijakkan yang diterapkan pada masa ini apakah itu baik atau tidak, kita harus bisa memilih sistem yang terbaik yang paling tepat di terapkan di Indonesia.


Sumber : LKS Sejarah, penerbit : CV. Merah Putih

Penyelenggaraan pameran seni rupa


            Konsep tahapan penyelenggaraan pameran secara lengkap, sebagai berikut :
Perencanaan pameran karya seni rupa
Rencana kegiatan pameran seni rupa, meliputi :
Ø  Tema pameran seni rupa
Tema adalah hal pokok yang berkaitan dengan peristiwa penting atau peringatan hari-hari besar tertentu.
Ø  Materi pameran seni rupa
Ø  Sarana dan prasarana pameran seni rupa
Ø  Waktu pameran seni rupa
Ø  Panitia pameran seni rupa
Ø  Anggaran pameran seni rupa
Ø  Perlengkapan ruang pameran seni rupa
Ø  Publikasi pameran seni rupa
Ø  Dekorasi semua lokasi pameran seni rupa
Ø  Pembuatan jadwal kegiatan pameran seni rupa
Ø  Proposal pameran seni rupa

Penulisan perencanaan pameran secara lengkap penyelenggaraan pameran. Proposal. Proposal dapat digunakan untuk :
·         Memohon izin penyelenggaraan kepada atasan ayng berwenang
·         Mencari bantuan dana kepada dermawan atau sponsor
·         Dasar penyelenggaraan panitia dalam melaksanakan tugas

Dalam membuat atau ketika kita hendak menyelenggarakan pameran hendaknya kita mempersiapkan semuanya secara matang, karena pameran ini adalah acara yang sangat penting bila kita ingin menampilkan hasil karya kita didepan umum.


Sumber : LKS Seni Budaya, penerbit : Sekawan Klaten

PENGLIPURAN DESA ADAT TRADISIONAL YANG UNIK


            Desa adat penglipuran merupakan satu kawasan pedesaan yang memiliki tatanan spesifik dari struktur desa tradisional, sehingga mampu menampilkan wajah pedesaan yang asri. Penattan fisik dan struktur desa tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakat yang sudah berlaku turun temurun.
            Keasrian desa  adat penglipuran dapat dirasakan mulai memasuki kawasan pradesa. Pada areal ‘catus pata’ setelah prosesi tersebut, merupakan areal tapal batas memasuki desa adat penglipuran. Balai masyarakat serta fasilitas kemasyarakatan dan ruang terbuka pertamanan merupakan daerah selamat datang atau welcome area. Area berikutnya adalah areal tatanan pola dea yang di awali dari garadasi  ke fisik desa secara linear ke arah kanan dan kiri.
            Keunggulan adat desa penglipuran ini terletak pada penampaan struktur fisik desa serupa dan seragam dari ujung desa ke bagian hilir desa. Topografi deas tersusun sedemikian rupa dimana pada daerah utama desa kedudukannya lebih tinggi demikian seterusnya menurun sampai daerah hilir. Keseragaman dari wajah desa tersebut karena adanya keseragaman bentuk juga dari keseragaman bahan yaitu bahan tanah untuk tembok penyengker dan atap dari bambu untuk bangunan seluruh desa.
Lokasi
Desa adat penglipuran terletak di kabupaten Bangli dan berjarak 45 km dari kota Denpasar. Objek wisata ini mudah dijangkau karena berada di jalan utama Bangli-Kintamani.


Sumber : Buku Geografi karya Samadi, S. Pd., M.Si.

Di kutip dari http//www.iloveblue.com./bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/779.htm

PENGLIPURAN DESA ADAT TRADISIONAL YANG UNIK


            Desa adat penglipuran merupakan satu kawasan pedesaan yang memiliki tatanan spesifik dari struktur desa tradisional, sehingga mampu menampilkan wajah pedesaan yang asri. Penattan fisik dan struktur desa tersebut tidak terlepas dari budaya masyarakat yang sudah berlaku turun temurun.
            Keasrian desa  adat penglipuran dapat dirasakan mulai memasuki kawasan pradesa. Pada areal ‘catus pata’ setelah prosesi tersebut, merupakan areal tapal batas memasuki desa adat penglipuran. Balai masyarakat serta fasilitas kemasyarakatan dan ruang terbuka pertamanan merupakan daerah selamat datang atau welcome area. Area berikutnya adalah areal tatanan pola dea yang di awali dari garadasi  ke fisik desa secara linear ke arah kanan dan kiri.
            Keunggulan adat desa penglipuran ini terletak pada penampaan struktur fisik desa serupa dan seragam dari ujung desa ke bagian hilir desa. Topografi deas tersusun sedemikian rupa dimana pada daerah utama desa kedudukannya lebih tinggi demikian seterusnya menurun sampai daerah hilir. Keseragaman dari wajah desa tersebut karena adanya keseragaman bentuk juga dari keseragaman bahan yaitu bahan tanah untuk tembok penyengker dan atap dari bambu untuk bangunan seluruh desa.
Lokasi
Desa adat penglipuran terletak di kabupaten Bangli dan berjarak 45 km dari kota Denpasar. Objek wisata ini mudah dijangkau karena berada di jalan utama Bangli-Kintamani.


Sumber : Buku Geografi karya Samadi, S. Pd., M.Si.

Di kutip dari http//www.iloveblue.com./bali_gaul_funky/artikel_bali/detail/779.htm

Pengertian Apresiasi Keunikan Seni rupa


            Manusia dalam menciptakan karya seni rupa bertitik tolak pada indahnya karya yang dirasakannya dengan penuh rasa haru dan kepekaanyab yang dapat memunculkan kepuasan. Pada seni rupa terapan tidak melupakan segi praktis atau nilai kegunaan. Proses penuangan ide menjadi karya seni rupa melalui penggunaan cara tertentu (teknik) dalam mengolah media seni.
            Maka berikut ini akan kita pelajari tahapan dalam menilai karya seni rupasebagai bahian dari apresiasi sebagaimana tersebut diatas, yaitu :
·         Keunikan ragam seni rupa yang diciptakan dan makna karya ungkapan kriyawan atau perupa seni rupa kriya.
Tahap ini merupakan bagian dari gagasan atau ide seniman
·         Keunikan ragam teknik dan bahan dalam mewujudkan gagasan tadi menjadi bentuk karya seni rupa. Keterampialn seni dalam mengolah berbagai bahan berupa teknik berkarya. Pengolahan bahan ini merupakan proses berkarya, yang khusus akan membahas tentang teknik dalam berkarya dan bahan yang digunakan.
Mengamati, mempelajari dan mengulas tentang penilaian karya seni rupa yang dihadapi merupakan bagian kegiatan apresiasi karya seni.
·         Keunikan makna karya seni yang dimaksud adalahkeunikan pesan yang disampaikan oleh kriyawan atau perupa pencipta karya seni yang tertuang dalam karyanya. Ekspresi isi hati pencipta bisa dimengerti dengan menghayati secara mendalam terhadap hasil karya yang diciptakan.
Langkah apresiasi seni rupa yang dilakukan dengan pengamatan, penikmatan, penghayatan dan pemberian nilai atau sikap penghargaan terhadap karya seni.

Kriteria karya seni yang baik meliputi :
·         Gagasan perupa
Tanggapan pribadi tentang keindahan arang pakai menimbulkan gagasan atau ide untukm menciptakan karya baru.
·         Komposisi
Penataan unsur-unsur seni rupa dengan menggunakan prinsip-prinsip tertentu memperoleh suatu bentuk karya seni kriya yang bermakna dan bernilai guna.
·         Teknik berkarya
Teknik yang dimaksud adalah cara seseorang mewujudkan idenya untuk pencipta karya seni kriya. Wujud dihasilkan oleh adanya kemampuan pengolahan bahan dengan menggunakan alat-alat berkarya sehingga mampu mewujudkan karya seni rupa.
·         Segi kegunaan
Untuk karya seni rupa terapan, dalam kita apresiasi kita harus mempertimbangkan segi praktis atau nilai kegunaan.


Sumber : LKS Seni Budaya, penerbit : Sekawan Klaten

Pengaruh Perang Dingin bagi Indonesia


                Perang dingin telah memberikan pengaruh besar bagi negara-negara di dunia. Tidak terkecuali dengan Indonesia, dampak perang dingin bagi indonesia yaitu :
a.       Adanya perbedaan sistem politik ekonomi pada masa Orde Lama dan Orde Baru. Sistem politik ekonomi Indonesia telah dibawa pada arus Komunisme- Sosialis pada masa Orde Lama. Sementara pada masa Orde Baru berkembang Liberalisme Kapitalis.
b.       Indonesia mengalami keterpurukan ekonomi pada masa akhir kepemimpinan Orde Lama dan Orde Baru.
c.       Berkembangnya paham-paham baru di Indonesia seperti Komunisme, Liberalisme dan sosialisme.
d.       Rakyat indonesia mengalami krisis ekonomi karena perang dingin itu
e.       Banyak rakyat yang sengsara dan hidupnya tidak sejahtera


Dalam hal ini pemerintah melakukan beberapa cara seperti melakukan pertemuan di Tokyo, perundingan Indonesia dengan Paris club, Indonesia menjalin hubungan dengan IGGI atau CGI, Indonesia bergabung dengan World Bank dan Indonesia keluar dari IMF.

Padi Hibrida


            Benih varietas unggul memiliki peran penting dalam meningkatkan produksi padi nasional. Hampir 80% areal sawah di Indonesia telah ditanami varietas unggul. Akan tetapi, sayangnya potensi varietas padi itu belum mampu ditingkatkan secara nyata. Malahan laju peningkatan produksi padi dalam beberapa tahun terakhir cenderung melandai dan mengalami stagnasi. Mengapa demikian?. Terbatasnya kemampuan genetik varietas padi yang tersedia untuk berproduksi lebih tinggi diduga menjadi penyebabnya. Para petani saat ini umumnyaa menggunakan jenis Inbrida yaitu padi yang benihnya diperoleh melalui persilangan biasa seperti cisadane, IR64, Membrano, Maros dan Ciherang.
            Untuk menerpbos stagnasi potensia hasil tersebut dilakukan pendekatan baru dalam proses perakitan melalui padi tipe baru dan Hibrida. Khusus padi Hibrida, teknologi yang dipakai memanfaatkan pengaruh ketegaran heterosis dengan varietas padi yang ada. Pembentukkan padi ini melibatkan galur jantan Sitiplasmik, galur potensial, dan galur pemulih kesuburan.
            Dalam perkembangan teknologi perpadian Cina, India, dan Vietanam telah lebih dulu mampu mengembangkan padi hibrida, sedangkan di Indonesia pengembangan padi hibrida baru dilakukan pada tahun 1984 di Balitpa, Sukamandi. Ketika itu awalnya peneliitan hanya difokuskan pada evaluasi varietas hibrida introduksi dan galur-galur induk dari cina dan beberapa negara lain. Baru tahun  1998 penelitian padi jenis itu ditingkatkan dengan melaksanakan seluruh rangkaina proses pemulihan sehingga mulai tahin 2001 penelitian lebih diintensifkan, melibatkan disiplin ilmu pemuliaan agronomi, dan fisiologi maupun hama atau penyakit tanaman.
            Untuk meningkatkan kualitas padi di Indonesia kita sebagai generasi muda harus mencoba meneliti dan mengembangbiakkan perpadian di Indonesia. Di indonesia sendiri perpadian adalah salah satu sektor penting dalam masyarakat untuk mempertahankan kehidupan bangsa.


Sumber : Buku paket Bahasa Indonesia karya Dr. Andoyo sastromiharjo, M. Pd.

Menulis teks Pidato


            Berpidato adalah kegiatan berbicara di muka umum. Biasanya orang berpidato karena di minta pihak teetentu untuk menyampikan pendapat atau pikiran-pikirannya. Sebenarnya semua orang bisa berpidato. Tetapi orang yang tidak biasa berpidato biasanya akan merasa canggung berdiri di muka umum.
Cara orang berpidato bermacam-macam antara lain :
·         Manuskrip, adalah metode berpidato dengan cara membacakan naskah pidato.
·         Memoriter, adalah metode berpidato dengan cara menghapal naskah yang sudah dipersiapkan.
·         Ekstemporan, adalah metode berpidato dengan cara menuliskan garis besar yang akan di sampaikan pada secarik kertas dan pada saat berpidato dapat dilihat.
·         Impromptu, adalah metode berpidato dengan cara spontan atau tiba-tiba.
Cara apapun yang akan digunakan seseorang untuk berpidato, sebenarnya penulisan naskah pidato melalui langkah-langkah berikut :
v  Menentukan topik
v  Menentukan tujuan
v  Membuat kerangka
v  Mengembangkan kerangka




Sumber : Buku paket Bahasa Indonesia SMA karya Dr. Andoyo sastromiharjo, M. Pd.